Home > Coretan Pribadi Gw, TIPS & TRICK > PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KERJA MELALUI PENGEMBANGAN KERJA

PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KERJA MELALUI PENGEMBANGAN KERJA

Era globalisasi sering juga disebut era perubahan yang sangat cepat akibat semakin maju dan berkembangnya iptek serta adanya berbagai pergeseran nilai di masyarakat dunia. Kemajuan dan pergeseran itu tidak sekedar berupa munculnya produk atau jasa baru, tetapi memungkinkan pelanggan dapat bebas memilih berbagai produk dan jasa yang ditawarkan. Posisi pelanggan menjadi semakin kuat, mereka lebih mengutamakan kualitas dan harga daripada loyalitas terhadap produsen.

Menyikapi tantangan tersebut, manajemen perusahaan harus jeli mengamati tiap perubahan yang terjadi, lalu melakukan berbagai upaya di dalam perusahaan untuk meningkatkan kinerja guna memberikan nilai lebih bagi pelanggannya. Upaya untuk menjadikan kinerja perusahaan lebih baik dibandingkan kondisi sebelumnya dan menjadikan masa mendatang lebih baik dari kondisi saat ini secara umum dikenal dengan sebagai peningkatan produktivitas. Tulisan singkat berikut ini dibatasi pada pengertian konsep diri dan pengembangan diri dalam upaya peningkatan produktivitas.

PENINGKATAN PRODUKTIVITAS

Peningkatan produktivitas adalah bahasa strategis, karena produktivitas merupakan akumulasi hasil interaksi seluruh unsur organisasi (struktur, sistem dan orang) dengan berbagai sumber daya. Peningkatan produktivitas akan terjadi bila output yang sama dapat dihasilkan dari input yang lebih sedikit, atau menghasilkan output yang lebih banyak untuk input yang tetap. Artinya, peningkatan produktivitas terjadi bila terdapat perbaikan atau penyempurnaan pada proses, baik melalui alat, desain, metode maupun sikap kerja.
Manajemen di dalam suatu organisasi pada dasarnya merupakan suatu proses interaksi manusiawi yang dinamis. Proses kerjasama yang didasarkan oleh adanya saling kebergantungan (interdependency) untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan dan disepakati bersama. Karena itu titik sentralnya tidak hanya terletak pada struktur formalnya (proses kerja) tetapi terutama pada struktur informal (proses orang), yakni manusianya. Mengingat begitu pentingnya unsur SDM dalam menggerakkan roda organisasi, perlu ada upaya positif untuk selalu memberi ruang kepada mereka dalam rangka mengembangkan dirinya.
Pengembangan diri artinya mengembangkan bakat yang dimiliki, mewujudkan impian-impian (dreams), meningkatkan rasa percaya diri (self confidence), menjadi kuat menghadapi cobaan dan menjalani hubungan yang baik dengan sesama. Hal ini dapat dicapai lewat belajar dari pengalaman, menerima umpan balik dari orang lain, melatih kepekaan terhadap diri sendiri maupun orang lain, mendalami kesadaran dan mempercayai suara hati. Melalui pengembangan diri diharapkan seseorang dapat lebih dewasa secara mental, lebih bisa meningkatkan produktivitasnya serta lebih bisa memberikan arti untuk orang lain.
Hal-hal yang membantu pengembangan diri sebenarnya ada di sekitar kita. Kita bisa memanfaatkannya untuk menjadikan diri kita lebih baik dan lebih baik lagi.

PRIBADI MANTAP DAN SUKSES

Pengembangan diri adalah suatu usaha atau proses terus menerus menuju pribadi mantap dan sukses. Pribadi yang mantap dalam artian pribadi yang dewasa secara mental, bercirikan :
1. Menerima diri sendiri, dalam arti menerima kelebihan dan kekurangan yang ada pada dirinya.
2. Menerima orang lain, dalam arti setiap orang memiliki potensi yang berbeda satu dengan yang lainnya.
3. Memiliki rasa humor (sense of humour).
4. Menerima kritik dengan lapang dada.
5. Tidak mudah menyerah.
6. Dapat menerima dan menempatkan dirinya sebagai manusia yang bernilai dan memberi arti bagi orang lain.
Sedangkan pribadi yang sukses mampu tampil sebagai pemenang (the winner) dengan mengalahkan semua unsur negatif dalam dirinya.

KONSEP DIRI

Konsep diri merupakan cara seseorang memandang diri sendiri dengan situasi di sekelilingnya. Konsep diri atau citra diri (personnal image) meliputi (1) siapa saya menurut pikiran saya, (2) dalam posisi mana saya berada dan apa yang boleh dan tidak boleh saya lakukan.
Menurut La Rose ada 3 golongan citra diri :
1. Golongan yang menyerah total.
Golongan ini memiliki keyakinan bahwa mereka memang sudah ditakdirkan untuk selalu merugi. Golongan ini dengan lebih banyak menyalahkan orang lain, menyusahkan dan tidak konsisten.
1. Golongan tidak menyerah total.
Golongan yang mau bekerja dan mempunyai cita-cita, tetapi tidak mau bekerja lebih keras lagi dan cenderung mudah menyerah.
1. Golongan yang tidak pernah menyerah.
Golongan ini tidak membiarkan perasaan putus asa dan pesimisme mendominasi dirinya. Mereka menjalani hidup secara optimis dan merasa kehidupan ini sebagai tantangan, ingin berhasil dan memiliki pribadi yang berkualitas. (La Rose:1996)

Sedangkan John Robert Power mengklasifikasikan konsep diri menjadi 4 :
1. Sebagai penonton (people who watch things happen)
2. Sebagai objek (people to whom things happen)
3. Sebagai orang buta (people who don’t know what is happening)
4. Sebagai pelaku (people who make things happen). (JRP:1999)

Bentuk citra diri yang positif adalah :
1. Kata-kata dan janjinya dapat dipegang
2. Menghindari sikap canggung dan angker
3. Memiliki tujuan hidup yang positif
4. Tidak kikir memberikan pujian
5. Mengembangkan niat dan pemikiran yang positif
6. Selalu mengingat nama orang yang dikenal
7. Memberikan dorongan dan motivasi pada orang lain
8. Menerima kritik dengan lapang dada
9. Tidak mengalami hambatan untuk berbicara dengan orang lain, bahkan dalam situasi yang masih asing sekalipun.
10. Berusaha memahami perilaku orang lain.

Sedangkan citra diri negatif bercirikan :
1. Sulit mengakui dirinya salah
2. Berjiwa kerdil
3. Kurang mampu mengungkapkan perasaan dengan wajar dan sulit menerima kritik orang lain.

HAMBATAN PENGEMBANGAN DIRI

Hambatan pengembangan diri sebagian besar adalah hambatan yang berasal dari dalam diri sendiri, yaitu :
a. Tidak memiliki tujuan hidup yang jelas
b. Kurang termotivasi untuk memobilisasi kemampuan dalam dirinya sendiri
c. Enggan mengenali dirinya sendiri
d. Tidak mau menerima umpan balik
e. Tidak mau mengambil risiko
f. Takut situasi baru
g. Kurang keyakinan diri
h. Sikap acuh tak acuh
i. Jalan pikiran negatif
j. Selalu mencari kambing hitam

Hambatan pengembangan diri dapat juga berwujud :
1. Ketidak mampuan mengatur diri, cirinya : melalaikan kesehatan fisik, bekerja melebihi jam kerja, hidup tidak teratur, menghindari pemahaman diri, sulit menerima kegagalan, selalu mencari pembenaran, merasa diri lemah, dsb.
2. Nilai pribadi tidak jelas, cirinya : tidak mempermasalahkan nilai, tidak peduli terhadap bukti yang berlawanan dengan nilai, bertindak berbeda dari nilai yang dianut, tidak menyatakan pandangan sendiri, mengambil sikap pasif terhadap kehidupan, menghindari umpan balik, menghindari tanggung jawab, dsb.
3. Tujuan pribadi yang tidak jelas, cirinya : cenderung mengubah arah, tidak mengukur kemampuan, menghindari resiko, tidak punya keseimbangan pribadi, tidak membuat tujuan yang jelas, dsb.
4. Pribadi yang kerdil, cirinya : menghindari tanggung jawab untuk belajar, menghindari tantangan, tidak menguji diri, mengabaikan perkembangan profesinya, menyembunyikan perasaan, melalaikan introspeksi, dll.
5. Kemampuan yang tidak memadai untuk menyelesaikan masalah, cirinya : membiarkan masalah tidak terselesaikan, menggunakan teknik yang kurang tepat, pendekatan tidak sistematik, dll.
6. Kreativitas rendah, cirinya : menghindari resiko, tidak belajar dari kesalahan, puas dengan kedudukan yang ada, cenderung tidak menyelesaikan tugas, tidak yakin akan kemampuan sendiri, dll.
7. Wibawa rendah, cirinya : merasa kurang dihargai, kurang bisa mengungkapkan pendapat, citra diri rendah, tidak mampu mengatur diri sendiri, tidak mampu mengatur orang lain, tidak memberi kesan baik pada orang lain, dls.
8. Kemampuan pemahaman manajerial rendah, cirinya : kurang mampu menganalisis kemampuan diri, mengikuti saja gaya kepemimpinan yang sudah umum, menciptakan suasana kerja yang negatif, memainkan peran manipulasi, dls.
9. Kemampuan menyelia rendah, cirinya : lalai memberi pandangan positif terhadap kerja karyawan, membiarkan hasil kerja buruk, kurang memberikan delegasi, membiarkan karyawan bekerja tanpa pengawasan.
10. Kemampuan latih rendah, cirinya : tidak memandang penting aspek pelatihan suatu tugas, tidak tahu kebutuhan orang lain, tidak memperhatikan potensi orang lain, dsb.

Disamping hambatan yang berasal dari dalam diri, juga ada hambatan yang berasal dari luar (lingkungan) yaitu :
1. Sistem yang dianut, seperti penghargaan berlebihan terhadap atasan, sistem senioritas, adat istiadat, dls.
2. Kurang mendapat dukungan lingkungan
3. Harapan yang berlebihan dari orang lain
4. Hancur sebelum waktunya
5. Kebencian dari orang lain
6. Umpan balik yang kurang memadai

PENGEMBANGAN DIRI

Dalam pengembangan diri diperlukan “gizi” seperti halnya perkembangan fisik. Gizi pengembangan diri diantaranya meliputi :
1. Bergaul dengan orang yang berbeda profesi sehingga memperoleh peluang-peluang dan tantangan baru.
2. Memilih teman yang bisa diajak berdiskusi, tidak mudah tersinggung serta memberikan umpan balik yang sesuai realita
3. Bersikap dan berpikir positif tentang sesama
4. Biasakan mengucapkan terima kasih
5. Biasakan mengatakan hal-hal yang membahagiakan orang lain
6. Biasakan berbicara efektif.

LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN DIRI

Tiap orang akan memasuki suatu tahap yang menjadikannya sebagai orang yang produktif seperti yang diinginkan. Langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mencapai segala sesuatu untuk pengembangan diri dapat dilakukan antara lain dengan :
a. Mengubah kelemahan menjadi kekuatan
b. Bertekad mencapai sukses
c. Berpikir kreatif
d. Bersikap profesional
e. Menjadi orang yang bijaksana
f. Kepercayaan diri.

Peningkatan produktivitas adalah suatu kegiatan jangka panjang dan berkesinambungan (sustainability activities), direncanakan secara sistematik termasuk prioritasnya, diterapkan secara bertahap sesuai kondisi organisasi serta melibatkan banyak orang. Hasilnya sering tidak dapat dirasakan dalam waktu pendek, namun bila dilaksanakan dengan baik dapat mengubah budaya kerja dan pada gilirannya budaya perusahaan. paya peningkatan produktivitas dapat dimulai dengan memberikan perhatian mendasar kepada SDM sebagai pelaku, salah satu diantaranya dalam bentuk pengembangan diri.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: